1. Pendahuluan
- Alasan :
Alasan saya memilih tanaman kangkung adalah karena kangkung mudah didapat benihnya dan sering dikonsumsi oleh keluarga saya. Saya berharap nanti kangkung saya tidak rusak agar saya bisa memanen dan memasak hasil kangkung yang saya tanam sendiri. Saya juga berharap kangkung ini bisa menjadi makanan yang enak pada saat hari presentasi nanti. Proyek ini saya lakukan sebagai bagian pembelajaran iman untuk menghargai dan merawat ciptaan Tuhan, termasuk hal-hal kecil disekitar kita.
2. Proses Menanam
Perasaan saya waktu menyiapkan alat dan bahan untuk menanam adalah biasa saja karena saya sudah biasa menanam tanaman di rumah, tapi ini adalah kali pertama saya untuk menanam sayur kangkung jadi rasanya sedikit lebih spesial. Kalau dari yang saya lihat kondisi tanahnya sangat baik, campuran tanahnya sendiri adalah tanah lembang, pupuk kompos, dan sekam bakar. Selain itu kondisi benihnya juga bagus sehingga pertumbuhan kangkung bisa lancar. Saya mulai menanam dengan memasukkan tanah kedalam pot lalu menaburkan benih diatas tanahnya, setelah itu saya tutup benihnya dengan lapisan tanah yang tipis. Jika sudah semua dilakukan, saya menyiram kangkung dengan air secukupnya.
Refleksi kecil : benih yang saya tanam awalnya sangat kecil, tapi saya percaya dari benih yang kecil bisa tumbuh subur dan bermanfaat untuk bumi dan manusia.
- Masa menunggu & perawatan awal :
Setiap pagi saya rutin pergi ke taman belakang untuk menyiram dan mengambil foto kangkung saya. Selain menyiram, saya juga rutin menjemur kangkung dibawah matahari agar tumbuhnya lebih bagus. Tunas pertama saya
muncul pada hari ke 2.
muncul pada hari ke 2.
Refleksi kecil : selama beberapa hari kebelakang, saya sabar menunggu kangkung saya tumbuh karena kangkung tidak bisa tumbuh dipaksa dan harus dirawat dengan penuh kasih.
- Masa pemeliharaan :
Setiap hari saya selalu memastikan kangkung saya sudah disiram, diberi pupuk, dan kena sinar matahari agar bisa tumbuh subur dan bagus. Puji Tuhan kangkung saya bisa tumbuh tinggi hanya dalam beberapa hari karena perawatan yang baik.
Refleksi kecil : jika ingin mendapat hasil yang maksimal, maka kita juga harus memberikan usaha yang maksimal.
3. Tantangan & Hambatan yang dialami
Puji Tuhan dari awal saya mulai menanam sampai hari ini tanaman saya tidak rusak karena kering, layu, diinjak orang, dll. Saya juga tidak mengalami hambatan sedikitpun karena saya bisa bertanggung jawab dalam merawat kangkung saya agar bisa tumbuh maksimal tanpa adanya kerusakan.
4. Pelajaran Hidup yang diambil
Menanam kangkung menyadarkan bahwa manusia hanya bisa berusaha, sedangkan pertumbuhan datang dari Tuhan.
- Kepedulian
Menanam kangkung mengajarkan saya untuk peduli bertanggung jawab atas ciptaan Tuhan.
- Kesetiaan
Perubahan kecil yang terjadi dari hari ke hari mengajarkan saya untuk tetap setia dalam proses.
- Rasa syukur
Dari tanaman sederhana, saya belajar mensyukuri berkat kecil dalam hidup.
5. Refleksi Iman Katolik
- Penciptaan & anugerah
Dalam kitab Kejadian (Kej 1:12), Allah menicptakan tumbuh-tumbuhan & melihat bahwa semuanya baik. Kangkung yang saya tanam mengingatkan saya bahwa setiap kehidupan adalah anugerah Tuhan.
- Pertumbuhan & kesabaran
Dalam Markus 4:26-29, benih tumbuh tanpa kita tahu bagaimana. Saya belajar bahwa pertumbuhan membutuhkan proses & Tuhanlah yang memberi hasil.
- Pemeliharaan & tanggung jawab
Dalam kitab Kejadian (Kej 2:15), manusia dipanggil untuk menjaga taman Eden. Merawat kangkung menjadi latihan untuk bertanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan.
6. Penutup & Doa Syukur
- Penutup
Proyek dari biji hingga tumbuh besar ini mengajarkan saya lebih dari sekedar cara menanam. Saya belajar menghargai proses, mengasihi ciptaan, & menyadari bahwa Tuhan hadir dalam hal-hal sederhana.
- Doa syukur
(Tanda Salib)
Tuhan sumber kehidupan, terima kasih atas benih kecil yang Engkau ciptakan. Terima kasih untuk tanah, air, & matahari yang memberi pertumbuhan. Terima kasih untuk kesabaran yang Engkau berikan dalam setiap proses. Ajari saya untuk setia merawat ciptaan-Mu & bertanggung jawab atas bumi yang Engkau percayakan pada kami. Amin
(Tanda Salib)




Comments
Post a Comment